Sabtu, 14 Mei 2011


AS bisa temui tiga istri Osama bin Laden

Terbaru  14 Mei 2011 - 01:49 WIB
Isteri Osama bin Laden
Salah seorang isteri Osama mengatakan dia sudah bermukim di Pakistan lebih dari tujuh tahun
Para pejabat AS bisa menjumpai tiga janda Osama bin Laden di Pakistan, kata Gedung Putih.
Jurubicara Jay Carney tidak memberikan rincian lebih lanjut, tetapi AS ingin mendapatkan informasi mengenai kehidpan pemimpin al-Qaida itu sejak dia menghilang pada akhir tahun 2001.
Para istri Osama itu ditahan oleh pihak berwenang Pakistan setelah selamat dalam serbuan pasukan komando AS terhadap rumah bin Laden di kota Abbottabad pada tanggal 2 Mei.
Seorang pejabat mengatakan wawancara dengan ketiga istri Osama itu tidak akan berlangsung segera.
Pakistan mengatakan pihaknya akan memulangkan para janda itu bersama anak-anak mereka.
Satu diantara istri bin Laden itu berasal dari Yaman, sedangkan yang dua lagi dari Arab Saudi.
Para analis mengatakan mereka bisa menjadi sumber informasi yang detail mengenai kehidupan Osama selama dalam pengejaran.

Hubungan memburuk

Salah seorang istri pemimpin al-Qaida itu mengatakan kepada para penyelidik Pakistan bahwa dia sudah bermukim di Pakistan selama lebih dari tujuh tahun.
Abbottabad
Salah seorang istri Osama mengatakan sudah bermukim di Abbottabad selama tujuh tahun.
Yang satu lagi mengatakan dia pindah ke Abbottabad tahun 2006, setahun setelah rumah mereka dibangun dan tidak pernah keluar dari lantai atas rumah itu.
Sebelum penyerbuan ke rumah itu, keberadaan bin Laden tidak dikteahui setelah dia melarikan diri dari kawasan pegunungan Tora Bora di Afghanistan Selatan, yang diserang pasukan Amerika Serikat dan Afghanistan pada tahun 2011.
Hubungan antara Pakistan dan AS memburuk karena pemimpan al-Qaida itu berhasil tinggal tanpa bisa dideteksi selama lima tahun di sebuah rumah yang hanya berjarak sekitar 5 km dari Akademi Militer Pakistan.
Pemerintah Pakistan marah karena tidak mendapat pemberitahuan tentang serbuan ke rumah tempat Osama bersembunyi dan berpendapat kedaulatan negara mereka sudah dilanggar.
Sementara para pejabat AS mempertanyakan apalah memang dinas intelijen Pakistan, ISI, tidak mengetahui keberadaan Osama bin Laden.


Cina berang terhadap AS

Terbaru  14 Mei 2011 - 10:02 WIB
Clinton
Cina menganggap pernyataan Clinton sebagai upaya menggeser kekacauan dari Timur Tengah
Cina menolak anggapan Amerika Serikat yang menyebut negara tirai bambu itu memiliki rekor pelanggaran hak asasi manusia yang buruk.
Cina justru balik memperingatkan AS dengan menyebut pernyataan yang dikeluarkan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton itu sebagai upaya untuk menggeser kekacauan di Timur Tengah ke Cina.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina Jiang Yu mengatakan upaya untuk menggeser kerusuhan yang terjadi di Timur Tengah ke Cina itu akan gagal.
Jiang Yu mengatakan ''adalah hal yang tak pantas untuk membandingkan Cina dengan kekacauan di kawasan Afrika utara atau Timur Tengah.''
Pernyataan Cina ini keluar dalam tanggapan atas pernyataan Hillary Clinton di majalah Atlantic yang dikutip mengatakan rekor pelanggaran hak asasi manusia Cina sangat menyedihkan bagi pemerintahan yang menolak demokrasi.

Qaddafi Cedera? Amerika Belum Bisa Konfirmasikan


   
Qaddafi Cedera? Amerika Belum Bisa Konfirmasikan
Qadda

Qaddafi Cedera? Amerika Belum Bisa Konfirmasikan

Sabtu, 14 Mei 2011 08:29 WIB
REPUBLIKA.CO.ID,WASHINGTON--Amerika Serikat tidak memiliki informasi untuk membenarkan laporan-laporan bahwa pemimpin Libya, Muamar Qaddafi, telah terluka, kata departemen luar negeri Jumat. "Ada laporan-laporan pers bahwa dia terluka ... Kita tidak melihat apa-apa untuk mengkonfirmasi laporan-laporan itu dari pihak kita," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS Mark Toner.
Qaddafi, ingin menggalang laporan-laporan bahwa ia telah terluka, dan mengatakan bahwa bom-bom yang ditembakkan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) tidak bisa mencapai dia, menurut pesan audio yang disiarkan di televisi negara itu Jumat malam. "Saya ingin memberitahu anda bahwa pemboman anda tidak akan mencapai saya karena jutaan warga Libya mendukung saya dalam hati mereka," kata Qaddafi.
Sementara itu Reuters melaporkan, dua ledakan terdengar di ibu kota Libya Tripoli pada Jumat malam, kata laporan televisi Al-Arabiya, mengutip para saksi mata. Saluran satelit itu mengatakan, bahwa pesawat-pesawat tempur masih terdengar di angkasa Tripoli namun tidak memberikan rincian lebih lanjut.
Televisi pemerintah Libya sebelumnya mengatakan, kapal perang NATO telah menghantam gedung Masyarakat Bulan Sabit Merah ketika kapal itu menyerang kota Misrata yang dikuasai pemberontak, Jumat. 
Pasukan NATO juga melakukan serangan udara terhadap sebuah tempat penginapan tamu di kota Brega, Libya timur pada Jumat, menewaskan sedikitnya 16 warga sipil dan mencederai lebih dari 40 orang lainnya.
Menurut televisi itu, serangan tersebut terjadi pada pagi hari dan sebagian besar korban adalah ulama yang berkumpul untuk acara keagamaan.

Minggu, 08 Mei 2011

REPUBLIKA.CO.ID, JEDDAH-- Pemerintah Arab Saudi telah membantah pernyataan bahwa air Zam Zam --yang berasal dari mata air di dalam kompleks Masjidil  Haram Makkah--tercemar. Kerajaan Arab menegaskan tak ada ancaman kesehatan pada air suci itu.
Dewan Pimpinan Urusan Dua Tempat Suci mengatakan di dalam satu pernyataan, Sabtu (7/5), dewan tersebut tak menerima laporan yang menyatakan ada masalah dengan air Zam Zam, yang aman untuk diminum.
Menurut ajaran Islam, mata air itu tak pernah kering selama 4.000 tahun dan banyak peziarah memperlakukan air tersebut sebagai air suci dan memiliki keajaiban dalam penyembuhan.
Media Inggris pekan lalu melaporkan sumur tersebut "tercemar" dan "meminum air Zam Zam dapat menimbulkan penyakit seperti kanker".
Kedutaan Besar Arab Saudi di London mengeluarkan pernyataan yang menegaskan air Zam Zam tak tercemar dan penelitian di berbagai laboratorium Eropa pada Maret mengkonfirmasi air tersebut aman untuk diminum.
Raja Abdulah pada September lalu meresmikan proyek bernilai 187 juta dolar AS yang mampu mengisi 200.000 botol per hari di Makkah.
Peziarah di Majidil Haram dapat meminum air Zam Zam dari ratusan keran yang tersedia di mana-mana. Pemerintah Arab Saudi telah melarang eksport komersial air tersebut.
Umat Muslim percaya air Zam Zam ke luar dari dalam tanah untuk memberi Siti Hajar, istri Nabi Ibrahim AS, dan putranya yang masih bayi, Nabi Ismail AS, di bawah sengatan terik Matahari di lembah kering Makkah pada waktu itu.
REPUBLIKA.CO.ID, JEDDAH-- Pemerintah Arab Saudi telah membantah pernyataan bahwa air Zam Zam --yang berasal dari mata air di dalam kompleks Masjidil  Haram Makkah--tercemar. Kerajaan Arab menegaskan tak ada ancaman kesehatan pada air suci itu.
Dewan Pimpinan Urusan Dua Tempat Suci mengatakan di dalam satu pernyataan, Sabtu (7/5), dewan tersebut tak menerima laporan yang menyatakan ada masalah dengan air Zam Zam, yang aman untuk diminum.
Menurut ajaran Islam, mata air itu tak pernah kering selama 4.000 tahun dan banyak peziarah memperlakukan air tersebut sebagai air suci dan memiliki keajaiban dalam penyembuhan.
Media Inggris pekan lalu melaporkan sumur tersebut "tercemar" dan "meminum air Zam Zam dapat menimbulkan penyakit seperti kanker".
Kedutaan Besar Arab Saudi di London mengeluarkan pernyataan yang menegaskan air Zam Zam tak tercemar dan penelitian di berbagai laboratorium Eropa pada Maret mengkonfirmasi air tersebut aman untuk diminum.
Raja Abdulah pada September lalu meresmikan proyek bernilai 187 juta dolar AS yang mampu mengisi 200.000 botol per hari di Makkah.
Peziarah di Majidil Haram dapat meminum air Zam Zam dari ratusan keran yang tersedia di mana-mana. Pemerintah Arab Saudi telah melarang eksport komersial air tersebut.
Umat Muslim percaya air Zam Zam ke luar dari dalam tanah untuk memberi Siti Hajar, istri Nabi Ibrahim AS, dan putranya yang masih bayi, Nabi Ismail AS, di bawah sengatan terik Matahari di lembah kering Makkah pada waktu itu.
REPUBLIKA.CO.ID, JEDDAH-- Pemerintah Arab Saudi telah membantah pernyataan bahwa air Zam Zam --yang berasal dari mata air di dalam kompleks Masjidil  Haram Makkah--tercemar. Kerajaan Arab menegaskan tak ada ancaman kesehatan pada air suci itu.
Dewan Pimpinan Urusan Dua Tempat Suci mengatakan di dalam satu pernyataan, Sabtu (7/5), dewan tersebut tak menerima laporan yang menyatakan ada masalah dengan air Zam Zam, yang aman untuk diminum.
Menurut ajaran Islam, mata air itu tak pernah kering selama 4.000 tahun dan banyak peziarah memperlakukan air tersebut sebagai air suci dan memiliki keajaiban dalam penyembuhan.
Media Inggris pekan lalu melaporkan sumur tersebut "tercemar" dan "meminum air Zam Zam dapat menimbulkan penyakit seperti kanker".
Kedutaan Besar Arab Saudi di London mengeluarkan pernyataan yang menegaskan air Zam Zam tak tercemar dan penelitian di berbagai laboratorium Eropa pada Maret mengkonfirmasi air tersebut aman untuk diminum.
Raja Abdulah pada September lalu meresmikan proyek bernilai 187 juta dolar AS yang mampu mengisi 200.000 botol per hari di Makkah.
Peziarah di Majidil Haram dapat meminum air Zam Zam dari ratusan keran yang tersedia di mana-mana. Pemerintah Arab Saudi telah melarang eksport komersial air tersebut.
Umat Muslim percaya air Zam Zam ke luar dari dalam tanah untuk memberi Siti Hajar, istri Nabi Ibrahim AS, dan putranya yang masih bayi, Nabi Ismail AS, di bawah sengatan terik Matahari di lembah kering Makkah pada waktu itu.

Sabtu, 07 Mei 2011

Duh..Tiga Ulama Dipaksa Keluar dari Pesawat Amerika
Maskapai American Airlines

Duh..Tiga Ulama Dipaksa Keluar dari Pesawat Amerika

Sunday, 08 May 2011 09:05 WIB
REPUBLIKA.CO.ID,WASHINGTON - Sebanyak tiga ulama, termasuk tokoh Muslim kelahiran AS, yang akan menghadiri konferensi mengenai Islamofobia dikeluarkan dari pesawat domestik AS karena kekhawatiran mengenai keamanan. Demikian kata ketiga ulama tersebut ketika akan melakukan penerbangan pada Sabtu (7/5).
Dua ulama naik satu pesawat dari Memphis, Tennessee, menuju Charlotte, North Carolina, pada Jumat (6/5). Tapi, keduanya dipaksa kembali ke terminal sehingga "pemeriksaan tambahan" bisa dilakukan atas diri mereka.
"Kami melakukan langkah pengamanan dan keselamatan secara sungguh-sungguh. Peristiwa itu kini sedang dilakukan penyelidikan," kata juru bicara Atlantic South Airlines (ASA), Jarek Beem.
Ia menambahkan kedua pria tersebut diterbangkan dengan pesawat berikutnya. ASA sedang menyelidiki kejadian tersebut. ''Kami dengan tulus meminta maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin ditimbulkan oleh kejadian ini,'' kata Beem.
Imam Al-Amin Abdul-Latif, kelahiran AS dari Long Island, juga dilarang naik pesawat American Airlines dari New York ke Charlotte pada Jumat larut malam. Ia diberi tahu agar kembali ke bandar udara LaGuardia untuk naik pesawat pada Sabtu pagi.
''Tapi, lagi-lagi dia dilarang naik pesawat tanpa penjelasan,'' kata putra Abdul-Latif, Abu Bakr Abdul-Latif, kepada AFP. "Pagi ini kami pergi ke perusahaan penerbangan dan agen tiket memberi tahu ayah saya bahwa perusahaan penerbangan tak mengizinkan dia terbang naik pesawat perusahaan itu. Itu lah kata-kata perempuan agen tersebut."
"Tak ada bisa ayah saya lakukan," kata sang anak, yang pergi ke konferensi Charlotte tanpa ayahnya.
Masudur Rahman, warga tetap AS dari India dan mantan imam Memphis yang mengajarkan bahasa Arab di University of Memphis, mengatakan bahwa ia dan seorang ulama lagi, warga tetap AS dari Mesir yang mengenakan pakaian Islami dari pundak sampai mata kaki, dikeluarkan dari pesawat ASA 5452 dan diharuskan menjalani pemeriksaan keamanan baru.
"Tapi, ketika kami kembali memasuki pesawat, penyelia Delta mengatakan,'Maaf, pilot tak mengizinkan kalian masuk'," kata Rahman.
Delta berunding lama dengan pilot pesawat, lalu memberi tahu Rahman. Dia diberitahu bahwa sebagian penumpang mungkin merasa tak nyaman dengan kehadiran mereka di pesawat tersebut.
"Saya kira mereka tentu saja sedih dengan besarnya ketidaknyamanan mereka. Tapi, kalian tahu bahwa mereka mengerti apa yang sedang terjadi di dunia dan terutama sangat sensitifnya keadaan setelah tewasnya Usamah bin Ladin," kata Ibrahim Hooper dan Council on American-Islamic Relations kepada CNN.

Gunakan Lambang Palang Merah, Helikopter Qadafi Tebar Ranjau


    
Gunakan Lambang Palang Merah, Helikopter Qadafi Tebar Ranjau
Pemberontak Benghazi yang mendesak pimpinan Libya, Moamar Qadafi, mundur dari tampuh pimpinannya.

Gunakan Lambang Palang Merah, Helikopter Qadafi Tebar Ranjau

Minggu, 08 Mei 2011 08:52 WIB
Pemberontak Libya menuduh pasukan orang kuat Libya, Muamar Qadafi, telah menggunakan helikopter-helikopter berlambang Palang Merah untuk menurunkan ranjau ke kota pelabuhan Misrata yang terkepung.
Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) membenarkan bahwa helikopter-helikopter itu terbang di atas kota pada Kamis (5/5) di zona larangan terbang yang seharusnya ditegakkan. Tapi, tidak ada yang bisa mengkonfirmasi bahwa helikopter itu bertanda Palang Merah.
Suleiman Fortiya, yang mewakili Misrata di Dewan Transisi Nasional, mengatakan bahwa helikopter-helikopter kecil terbang di atas Misrata pada Kamis dan Jumat untuk menjatuhkan ranjau di tempat persembunyian besar pemberontak di wilayah barat. Dia mengatakan helikopter-helikopter itu telah menyamar sebagai pesawat kemanusiaan yang membawa bantuan dari Komite Palang Merah Internasional dan Bulan Sabit Merah.
"Mereka memiliki lambang Bulan Sabit Merah dan Palang Merah sehingga siapapun yang melihat berpikir itu untuk bantuan kemanusiaan," kata Fortiya.
Seorang pekerja bantuan mengatakan ia melihat helikopter bertanda Palang Merah berputar-putar di atas pelabuhan dan menjatuhkan ranjau ke laut. Seorang pejabat NATO mengatakan kepada AFP bahwa sebuah kapal yang terlibat dalam operasi koalisi telah mengamati sejumlah helikopter di atas Misrata pada Kamis.
"Kami menyadari adanya laporan-laporan tentang helikopter bertanda Palang Merah," kata pejabat NATO itu.
Dia menambahkan bahwa tidak ada pemberitahuan ada penerbangan kemanusiaan ke daerah Misrata pada hari itu. "Setiap penggunaan Palang Merah untuk menyamarkan pasukan tempur akan menjadi pelanggaran terhadap hukum internasional," katanya.
Seorang juru bicara di markas besar Komite Palang Merah Internasional, Jenewa, mengatakan mereka telah menerima laporan serupa. Namun, mereka tidak bisa mengkonfirmasinya. Organisasi saat ini tidak memiliki tim di lapangan.